CONTOH PROPOSAL PELATIHAN DA’I


RENCANA KONSEP DAN KERJASAMA

Pelatihan Kader Da’i dan Muballigh

Palembang, 09 Juli-09 Agustus 2012

DASAR PEMIKIRAN

Islam adalah agama dakwah[1], artinya agama yang selalu mendorong pemeluknya untuk senantiasa aktif melakukan kegiatan dakwah.[2] Kegiatan penyebaran dakwah merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari ajaran Islam. Bahkan dakwah merupakan kewajiban pokok bagi setiap muslim melaksanakan amar ma’ruf dan nahyi munkar merupakan dalil baku dalam agama Islam. Bahkan dakwah merupakan kewajiban utama bagi setiap muslim dalam rangka melaksanakan amar ma’ruf nahyi munkar, karena perintah berjuang untuk menegakkan kebenaran sudah menjadi prinsip yang jelas dalam Islam.[3]

Berkembangnya Islam ke seluruh penjuru dunia dan menjadi keyakinan berbagai bangsa, merupakan buah dari upaya dakwah yang tidak kenal henti dari para juru dakwah yang menyampaikan ajaran Islam dan menyerukan kepada umat manusia agar masuk Islam. Maka dibutuhkan rumusan strategi dan metode dakwah sesuai dengan kondisi masyarakat[4] negara yang dihadapi oleh para juru dakwah.[5] Dengan kata lain, pesan dakwah Islam perlu dirancang sesuai untuk masing-masing kelompok orang.

Dinamika kehidupan masyarakat terus berkembang, maka aktivitas dakwah haruslah dinamis, inovatif, dan kreatif. Letak dinamika dan kreativitas dakwah, bukan hanya pada materi yang harus selalu relevan dengan kebutuhan masyarakat (mad’u), tetapi juga pada teori, metodologi, dan media yang dipergunakan. Selain itu, dakwah juga perlu menggunakan pijakan berbagai teori, baik teori komunikasi, psikologi, maupun teori sosiologi.

Terlebih lagi, fenomena dakwah Islam merupakan tantangan besar dan berliku. Seperti bagaimana menjelaskan dan menganalisa prinsip-prinsip Islam yang universal- dinyatakan dalam konteks sosial yang berbeda-beda. Ekspresi Islam yang beragam itu menunjukkan bahwa ada proses dialog yang terus-menerus antara Islam yang normatif dan Islam yang dinamis.[6]

Berangkat dari kenyataan itulah, guna mengatasi berbagai persoalan umat yang begitu kompleks, institusi dakwah (dalam hal ini ormas-ormas Islam di Palembang) tidak cukup hanya dengan dengan melakukan program dakwah yang konvensional, sporadis, dan reaktif, tetapi harus bersifat profesional, strategis, dan pro-aktif. Menghadapi sasaran dakwah (mad’u) yang semakin kritis dan tantangan dunia global yang makin kompleks dewasa ini, maka diperlukan strategi dakwah yang mantap, sehingga aktivitas dakwah yang dilakukan dapat bersaing di tengah bursa informasi yang semakin kompetitif.

TUJUAN

  • Melahirkan Da’i yang Berwawasan Luas
  • Menyiapkan Duta Rumah Tahfidz
  • Menyiapkan Pemandu Majelis Dhuhaa

BENTUK KEGIATAN

Sebuah kegiatan yang dikemas dalam bentuk Pelatihan Kader Da’i yang bersifat terbuka untuk kalangan mansyarakat, mahasiswa, pengurus masjid, pengelola Rumah Tahfidz, Guru TPA. Kegiatan Pelatihan Motivasi ini  akan mengundang wakil dari Pemerintah Pusat dan Daerah.

Pemateri:

  1. Ustadz H. Sholihin Hasibuan, M. Pd. I (Sekretaris Forum Ukhuwah Ulama Umara Sumsel)
  2. Ustadz H. Hendra Zainuddin M. Pd. I (Ketum Forum Pondok Pesantren Sumsel).
  3. KH. Ahmad Syafei Yunus
  4. Habib Mahdi Syahab (Sekretaris FPI)
  5. Praktisi Media Cetak maupun Elektronik

Fasilitator

  1. Ustadz Mgs. Fauzan Yayan, SQ
  2. Ustadz Kemas M. Ali
  3. Dr. Muslimin, M. Kom. I

Materi Pendidikan Mubaligh Kader DUQU (Dhuhaa dan Qur’an)

  1. Peta Dakwah Aliran dan Ormas di Palembang
  2. Retorika, Teknik Pidato dan Khutbah
  3. Dakwah Melalui Media Massa
  4. Dakwah Online
  5. Strategi Komunikassa Massa/Promosi/Marketing Dakwah
  6. Pengelolaan ZIS
  7. Manajemen Masjid

Keuntungan Jadi Peserta

  1. Langsung mengisi ceramah di Simpul Majelis Dhuhaa.
  2. Dapat Menulis di koran, buletin jum’at.
  3. Diorbitkan jadi khotib jum’at
  4. Dapat mengelola Rumah2 Tahfidz

Target Audience

  1. Individu, dan instansi pemerintah maupun swasta
  2. Utusan lembaga, Masjid, TPA/Instansi/Sekolah/Perusahaan Pemerintah maupun Swasta.

AGENDAJambore Nasional

Hari/Tanggal       : 09 Juli- 09 Agusutus 2012

Waktu                  :  09.00 s/d selesai

Hari                      : Sabtu dan Minggu

Tempat                :  Yayasan Kiai Marogan

Biaya                    :  Rp. 500, 000

PENYELENGGARA

Pelatihan ini diselenggarakan oleh Masjid Lawang Kidul, 5 Ilir Boom Baru Palembang, Yayasan Kiai Marogan, Rumah Tahfidz Kiai Marogan, Bank Sumsel Babel, Yazri PUSRI, dan Pertamina Plaju.

RENCANA MARKETING

Sumber dana operasional:

  1. Bank Sumsel Babel.
  2. Yazri PUSRI
  3. Pertamina Plaju
  4. Penjualan tiket peserta ke invidu maupun instansi.

Promosi kegiatan:

Kerja sama dengan beberapa media (cetak/elektronik); Proposal, Brosur, Spanduk, Umbul-umbul, Direct mailing, Telepon, SMS, Press release

Media Relation

  1. Pal TV
  2. Sriwijaya TV
  3. TVRI Palembang
  4. Koran Sumeks
  5. Koran Sripo

BENTUK KERJA SAMA

RENCANA KLASIFIKASI SPONSORSHIP

Jenis-jenis sponsorship yang ditawarkan kepada pihak ketiga adalah:

  1. SPONSOR DIAMOND dengan nilai nominal Rp.200.000.000

      Benefit:

  • Logo pada 5 spanduk di area Masjid Bersejarah Lawang Kidul
  • 20 buah umbul-umbul di sekitar Masjid Lawang Kidul. Materi disediakan sponsor.
  • Logo pada stage backdrop
  • Logo pada undangan
  • Logo pada iklan di media cetak
  • Undangan khusus 4 buah
  • Stage call announcement oleh MC
  • Penyebaran brosur dan sampling produk
  • Bonus pemuatan iklan 1 halaman FC di Back Cover Majalah Rumah Tahfidz Kiai Merogan.
  1. SPONSOR PLATINUM dengan nilai nominal Rp.150.000.000

Benefit:

  • Logo pada 4 spanduk
  • 15 buah umbul-umbul Materi disediakan sponsor.
  • Logo pada stage backdrop
  • Logo pada undangan
  • Logo pada iklan di media cetak
  • Undangan khusus 3 buah
  • Stage call announcement oleh MC
  • Penyebaran brosur dan sampling produk
  • Bonus pemuatan iklan 1 halaman FC  di Cover 2 Majalah Rumah Tahfidz Kiai Merogan.
  1. SPONSOR GOLD dengan nilai nominal Rp.100.000.000

Benefit:

  • Logo pada 3 spanduk
  • 10 buah umbul-umbul Materi disediakan sponsor.
  • Logo pada stage backdrop
  • Logo pada undangan
  • Logo pada media cetak
  • Undangan khusus 3 buah
  • Stage call announcement oleh MC
  • Penyebaran brosur dan sampling produk
  • Bonus pemuatan iklan 1 halaman FC di Cover 3 Majalah Anak Spesial selama 3 (tiga) edisi berturut-turut.
  1. SPONSOR SILVER dengan nilai nominal Rp.75.000.000

Benefit:

  • Logo pada 2 spanduk
  • 5 buah umbul-umbul Materi disediakan sponsor.
  • Logo pada stage backdrop
  • Logo pada undangan
  • Logo pada media cetak
  • Undangan khusus 2 buah
  • Stage call announcement oleh MC
  • Penyebaran brosur dan sampling produk
  • Bonus pemuatan iklan 1 halaman FC  di halaman dalam Majalah Rumah Tahfidz Kiai Merogan.
  1. SPONSOR BRONZE dengan nilai nominal Rp.50.000.000

Benefit:

  • Logo pada stage backdrop
  • Logo pada undangan
  • Logo pada media cetak
  • Undangan khusus 2 buah
  • Stage call announcement oleh MC
  • Penyebaran brosur dan sampling produk
  • Bonus pemuatan iklan 1 halaman FC  di halaman dalam Majalah Rumah Tahfidz Kiai Merogan.
  1. SPONSOR PARTISIPASI dengan nilai nominal Rp.25.000.000

Benefit:

  • Logo pada T-shirt peserta, Payung, Topi
  • Stage call announcement oleh MC
  1. SPONSOR Merchandise Charity Sale yaitu perusahaan yang memproduksi/menjual peralatan, perlengkapan maupun merchandise

BUDGET

Pembiayaan Pelatihan Kader Da’i
Tempat
Sewa Masjid Lawang Kidul Rp.  
Masuk Lokasi Rp. 10.000 x 5.000 org Rp.  
Keamanan Rp.  
Ambulance Rp.  
Kebersihan Rp.  
Hadiah Peserta Terbaik Rp.  
Partisi Pameran 50 set @Rp.110.000,- Rp.  
Tenda Rp.  
Kursi Rp.  
Meja Rp.  
Sound Sistem Rp.  
HT  
Daya Listrik Rp.  
Panggung Rp.  
Backdrop Panggung  
Kaos dan Topi @Rp.15.000 x 5.000 org Rp.  
Leaflet 3000 ex Rp.  
Umbul-Umbul 50 buah Rp.  
Pajak Rp.  
Spanduk 15 spanduk Rp.  
Pajak Rp.  
Backdrop Rp.  
Buku Katalog Rp.  
Kesekretariatan Rp.  
Penggandaan Proposal Rp.  
ATK Rp.  
dokumentasi Rp.  
Gudibag+gift Rp.  
Kurir Rp.  
Konsumsi
Snack 2 x @Rp.7.500,- Snack 2 x Rp.  
Lunch 1 x @Rp.15.000,- Lunch 1 x Rp.  
Official Partners Rp.  
Jumlah  Rp.     

[1]Dakwah adalah ajaran atau seruan dari seorang da’i untuk merubah situasi dan kondisi mad’u, dari situasi yang belum maju menjadi lebih maju, belum tahu menjadi tahu, belum sejahtera menjadi sejahtera guna mendapatkan kebahagiaan di dunia dan akhirat. Esensi dakwah pada hakekatnya adalah mengajak individu atau masyarakat kepada Islam. Dengan demikian dakwah Islam merupakan upaya mensosialisasikan dan mengkomunikasikan Islam. Lihat, M. Yunan Yusuf, “Kode Etik Dakwah,” Dakwah; Jurnal Kajian Dakwah dan Kemasyarakatan, Vol. 4, No. 1, (Jakarta: Fakultas Dakwah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, 2003), hal. 48

[2] Didin Hafidhuddin, Dakwah Aktual, (Jakarta: Gema Insani Press, Cet. 1, 1998), hal. 76

[3] Munzir Suparta dan Harjani (editor), Metode Dakwah, (Jakarta: Prenada Media, 2003), hal. 50

[4]Beragamnya masyarakat yang akan dihadapi oleh seorang da’i, menuntut adanya upaya sungguh-sungguh untuk menciptakan konsep dakwah Islam yang relevan dengan keanekaragaman obyek dakwah di lapangan. Oleh karena itu, penyampaian pesan dakwah oleh seorang da’i haruslah dilakukan dengan cara memahami karateristik dan tipologi masyarakat yang dihadapinya. Da’i itu seperti dokter ahli, “yang dapat memberikan obat (resep) sesuai dengan penyakit (permasalahan) audiens”. Lihat, Lihat, A. Hasjimi, Dustur Dakwah Menurut al-Qur’an, (Jakarta: Bulan Bintang, Cet. 3, 1994), hal 3.

[5]Ibid., hal. 3

[6]Lihat, Nasichah, “Dakwah pada Masyarakat Modern; Problem Kehampaan Spiritual”, Dakwah; Jurnal Kajian Dakwah, Komunikasi dan budaya, Vol. X, No. 2, (Jakarta: Fakultas Dakwah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, 2003), hal. 94.

Sumer : Muslimin

Contoh Proposal Buletin Jum’at (PENAWARAN PEMBUATAN BULETIN JUM’AT)


PENDAHULUAN

  1. A. DASAR PEMIKIRAN

Konon Jenderal Napoleon Bonaparte lebih “takut” terhadap media cetak ketimbang menghadapi sejuta tentara di medan perang. Boleh jadi keyakinan itu disebabkan Napoleon Bonaparte menyadari bahwa media sangat berpengaruh dalam mencitrakan diri seseorang.  “Ketakutan” serupa juga pernah terjadi pada salah satu Pengusaha terkemuka di negeri ini- ketika salah satu koran nasional mempublikasikan sebuah berita yang secara tidak langsung menohok kehidupan sang Pengusaha. Sontak saja- berita tersebut langsung menjadi ikon nasional berbulan-bulan. Dengan susah payah sang Pengusaha langsung melakukan berbagai upaya untuk mengembalikan citra positifnya- diantaranya dengan membuat koran tandingan.

Hal ini mengisyaratkan bahwa; betapa pentingnya sebuah lembaga keagamaan memanfaatkan media cetak sebagai salah satu cara untuk memperkenalkan sekaligus mempromosikan visi-misi lembaganya dengan cara yang tepat dan se-efesien mungkin. Tentunya banyak cara untuk memperkenalkan visi-misi sebuah lembaga. Namun salah satu cara yang sangat relevan dengan tujuan tersebut diatas adalah dengan cara menerbitkan “BULETIN JUM’AT”.

  1.   GAMBARAN UMUM “BULETIN JUM’AT”

Buletin Jum’at dianggap sebagai sarana penting dalam mem-publikasikan visi-misi kedaerahan, ketenaga kerjaan, pendidikan, kesehatan, pertumbuhan ekonomi, kebudayaan, kemasyarakatan serta keagamaan Sang Kandidat,  karena buletin jum’at yang dimaksud akan sangat gamblang memaparkan atau menggambarkan visi-misi kedaerahan, ketenaga-kerjaan, pendidikan, kesehatan, kebudayaan, kemasyarakatan serta keagamaan Sang Kandidat dalam arti yang luas. Oleh karena itu, sangat wajar jika dikatakan bahwasanya pembuatan buletin jum’at sebagai ajang publikasi dan promosi adalah hal yang sangat dibutuhkan.

C.BULETIN JUM’AT

Buletin Jum’at adalah sebuah media yang menyajikan ulasan-ulasan seputar visi-misi sosial    keagamaan Sang Kandidat. Didalamnya memuat berbagai pemikiran sosial keagamaan Kandidat Kepala Daerah kepada khalayak ramai (calon pemilih). Dan penyebarannya didasari pada tujuan awal pembuatan buletin tersebut, yaitu guna terpilihnya Sang Kandidat. Selanjutnya, buletin jum’at tersebut bisa juga disebut sebagai perkenalan dasar bagi pembaca yang ingin mengetahui visi-misi Sang Kandidat. Selain daripada itu, buletin ini juga bisa dideterminasikan sebagai ajang publikasi dan promosi yang sangat fleksibel dan efektif.

  1. Tema Kegiatan

“Kiat-Kiat Menjadi Pustakwan Sehari”

  1. Tujuan pembuatan Buletin Jum’at 
  2. Mempublikasikan atau memperkenalkan kepada khalayak ramai (calon pemilih) tentang pemikiran dan langkah-langkah konkrit sebuah lembaga dalam menuntaskan berbagai problematika kehidupan masyarakat  dalam berbagai sektor, baik itu sektor ekonomi, sosial budaya, keagamaan dan lain-lain..
  3. Secara tidak langsung mempromosikan sebuah lembaga bahwa lembaga tersebut memiliki kepedulian yang tinggi dalam rangka memajukan, memakmukan, dan peningkatan SDM maupun SDA.
  4. Secara tidak langsung mempromosikan sebuah lembaga kepada khalayak ramai bahwa lembaga tersebut memiliki kepedulian tinggi terhadap pendidikan, sosial, dan keagamaan.
  5. Sasaran
  6. Tokoh Agama
  7. Tokoh Masyarakat
  8. Instansi-instansi pemerintah maupun swasta.
  9. Organisai kemasyarakatan
  10. Pelaku usaha
  11. Masyarakat Umum
  1. MEKANISME PEMBUATAN BULETIN JUM’AT

Dalam pembuatan buletin Jum’at, dibutuhkan mekanisme yang matang atau proses pembuatan yang disusun secara sangat apik/rapi. Hal ini dimaksudkan agar tidak terjadi kerancuan atau tumpang tindih dalam penyusunan dan pembuatan buletin tersebut. Pembuatan buletin Jum’at harus dikemas dengan kemasan semenarik mungkin. Karena didalamnya memiliki tujuan marketable yang tentunya dibutuhkan tampilan yang menarik, agar pembaca memiliki rasa keingintahuan yang tinggi terhadap ulasan-ulasan yang dikemukakan dan pada akhirnya menimbulkan daya tarik tersendiri terhadap visi-misi yang termuat didalamnya.

Selanjutnya, dalam penulisan pun dibutuhkan tulisan-tulisan dengan gaya bahasa yang segar untuk dibaca dan tentunya mudah untuk dipahami. Juga, kalimat-kalimat persuasif akan selalu ditonjolkan sebagai upaya memikat sang pembaca untuk tidak menjadikan buletin tersebut hanya sebagai hiasan rak buku belaka.

Demi memenuhi standart penulisan dan penyusunan sebagai mana tersebut di atas, maka kami membuat TIM yang berperan melaksanakan setiap tugasnya dengan terperinci. Adapun mekanisme penyusunan sampai pembuatan buletin tersebut adalah sebagai berikut :

  1. Pengumpulan dan Penyusunan Data

Ini adalah tugas awal dari penyusunan Buletin Jum’at al-Noor-Dien. TIM ini bekerja mencari, mengumpulkan dan menyusun data (tertulis) sedemikian rupa dan sebanyak mungkin untuk diseleksi kelayakan data tersebut dan selanjutnya di konsultasikan kepada pihak terkait akan keberadaan (tata letak) data-data tersebut.

  1. Lay-Out

Tim ini adalah bertugas menyeting tampilan Buletin Jum’at. Agar Buletin Jum’at tersebut dapat memikat sang pembaca. Karena didalamnya memiliki tujuan marketable yang tentunya dibutuhkan tampilan yang menarik, agar pembaca memiliki rasa keingintahuan yang tinggi terhadap ulasan-ulasan yang dikemukakan dan pada akhirnya menimbulkan daya tarik tersendiri terhadap isi yang termuat didalamnya. Tim Lay-Out bertugas mengambil, menyeting objek-objek kajian semenarik mungkin.

  1.   Penulisan dan Editing

TIM penulis bekerja memberikan keterangan semenarik mungkin terhadap data-data yang diperoleh oleh TIM penyusunan data dan TIM Lay-Out. Setelah penulisan dianggap selesai, TIM ini juga bekerja meng-edit atau memperbaharui data sesuai keinginan pihak terkait. Hal ini tentunya menuntut komunikasi yang intensif antara TIM dan Pihak terkait untuk selalu mengkonsultasikan tulisan penulis yang nantinya akan dimuat dalam sebuah buletin. TIM penulis kami adalah wartawan yang bekerja perusahaan Media Massa di Jakarta.

  1.  Konsultasi

TIM ini adalah gabungan dari TIM-TIM yang disebutkan diatas. Ia hanya bertugas mendiskusikan keberadaan setiap data dalam setiap lembaran Buletin yang akan naik cetak kepada pihak terkait. Dalam Konsultasi pada tahap ini, TIM kami akan membawa Frooping atau Dummy (contoh jadi Buletin/Print Out sebelum naik cetak) untuk dipresentasikan kepada pihak terkait. Selanjutnya dari hasil presentasi dan diskusi yang telah dilakukan, TIM akan kembali ke Jakarta untuk segera memulai proses pembuatan kepada tahap produksi.

  1. Produksi

Pada tahap ini TIM kami akan memproduksi hasil kerja seluruh TIM yang disebutkan di atas. Adapaun spesifikasi yang akan kami gunakan dalam pembuatan Buletin adalah sebagai berikut :

  1. Bahan-bahan yang digunakan:

–          Kertas Cover               : Art Carton 260 gr /  Hard Cover BOARD 260 Gsm

–          Kertas Kotak Buku     : Art Paper 160 gr

–          Kertas Isi                     : Matpaper 110 gr

–          Pembatas Baca            : Pita Saten

  1. Kualitas Cetakan

–     Proses offset               : Full colour (sparasi 4/4) + Glossy

–     Penjilidan                    : Lem Bakar (Lem Panas)

–     Finishing                     : Laminating DOFT + SPOT + UV

–     Pond/Huruf Timbul     : Jika dibutuhkan

  1. Mesin

–          GTO Jerman

  1. Ukuran Buku                    : 17 cm x 25 cm
  2. Jumlah Cetakan                 : 1000 eksamplar
  3. Tim Pengiriman

Pengiriman akan dilakukan setelah semua proses sebagaimana tersebut diatas selesai. Tim Pengiriman akan mengirimkan ke berbagai Mesjid yang tersebar di kota Palembang dan sekitarnya.

  1. Masa Pelaksanaan dan pembuatan

Pengerjaan/Proses pembuatan Normal buletin tersebut sampai dengan selesai dan pengiriman memakan waktu 40 hari.

  1. ANGGARAN BIAYA

Biaya yang dibutuhkan dalam pembuatan “BULETIN JUM’AT” dengan spesifikasi anggaran sebagai mana tersebut diatas adalah sebagai berikut :

  1. Spesifikasi Anggaran :
  2. TIM Penyusun dan Pengumpulan data   selama 3 bulan                         

–     Transportasi dan akomodasi                     :            Rp.      ,-

–     Konsumsi                                                  :           Rp.     ,-

–     Honorarium                                               :           Rp.     ,-

–     Komunikasi                                               :           Rp.      ,-

                                                                                   Rp.     ,-

  1.                 b.   TIM  Lay-Out 3 bulan ( 1 orang )              

                        –     Transportasi dan akomodasi                     :            Rp.      ,-

–     Konsumsi                                                  :           Rp.     ,-

–     Honor                                                        :           Rp.    ,-

–     Komunikasi                                               :           Rp.       ,-

                                                                                    Rp.     ,-

  1. TIM Penulis dan Editing 3 bulan  ( 2 orang )

                        –     Transportasi dan akomodasi                     :            Rp.      ,-

–     Konsumsi                                                  :           Rp.     ,-

–     Honor                                                        :          Rp.    ,-

–     Komunikasi                                               :           Rp.     ,-

                                                                                   Rp.    ,-

  1. TIM Konsultan 3 bulan ( 2 orang )

                        –     Transportasi dan akomodasi                     :            Rp.      ,-

–     Konsumsi                                                  :           Rp.     ,-

–     Honor TIM                                                :          Rp.    ,-

–     Komunikasi                                               :           Rp.      ,-

                                                                                   Rp.     ,-

  1. TIM  Pengiriman 3 bulan ( 2 orang )

                        –     Honor Tim                                                 :           Rp.      ,-

                        –     Transportasi Pengiriman                            :            Rp.      ,-

                        –     Komunikasai                                             :           Rp.      ,-

                                                                                   Rp.    ,-

  1. PRODUKSI dan Fhinishing

      –     Art carton 250 gr, art paper 250 gsm,

            mad paper 110 gr, BOARD, dan

      Produksi untuk 1000 exs, 250 hal,Full

      Colour, Laminating Doft, UV, Glossy

Fond/embosh. @Rp.  x 1000 exs  :                        Rp.  ,-

                        –     Kotak Buku LUX @Rp. 10.000 x 1000   :           Rp.   ,-

                                                                                Rp.   ,-

  1.                Rekapitulasi Anggaran :
  2. Tim Penyusun dan Pengumpulan Data      :             Rp.      ,-
  3. Tim Lay-Out                                           :            Rp.   ,-
  4. Tim Penulis dan Editing                            :            Rp.    ,-
  5. Tim Konsultasi                                         :            Rp.   ,-
  6. Tim Produksi                                           :            Rp.   ,-
  7. Tim Pengiriman                                        :            Rp.     ,-

                        TOTAL ANGGARAN                            :             Rp.      ,-

( Dana yang dibutuhkan untuk pembuatan Buku Profil Daerah sebanyak 1000 eksamplar adalah terbilang : Seratus Enam Puluh Sembilan Juta Sembilan Ratus Lima Puluh Delapan Ribu Lima Ratus Rupiah )

  1. LAMPIRAN

         Berikut ini kami lampirkan contoh-contoh desain dan creative product yang telah kami kerjakan. (Sebagaimana terlampir dalam “Bundel” lampiran contoh product)

  1. PENUTUP

         Demikian surat penawaran ini kami sampaikan. Dengan harapan bapak bersedia menerimanya. Semoga kerja sama ini dapat membuahkan hasil yang memuaskan bagi semua pihak. Akhir kata kami ucapkan terimakasih.

Wassalamu’alaikum, Wr. Wb.

Jakarta, 23November 200

CLUB SAHABAT SEJATI

Sumber Link Muslimin.

Pemerintah Sumsel, Alex Noerdin dukung keberadaan Badan Amal Zakat Nasional (BAZNAS)


Berkenaan dengan dukungan terhadap keberadaan Badan Amal Zakat Nasional (BAZNAS). Pemerintah Sumsel, Alex Noerdin bersama Badan Amal Zakat Nasional (BAZNAS) Sumsel mengadakan buka bersama (bukber) bersama 1400 Anak Yatim pada 18 Juli 2014. Dalam kesempatan tersebut Gubernur Sumsel H. Alex Noerdin sangat mendukung acara ini. Acara buka bersama ini rutin dilakukan di Griya Agung.[1]

Alex Noerdin mendukung Impres No. 3 Tahun 2014 tentang Amal Zakat. Menurutnya hal ini dinilai sangatlah penting, nantinya para pemberi zakat akan mendapatkan Nomor Pokok Wajib Zakat. Gubernur bersama Forkopimda juga membayar zakat didepan para peserta berbuka bersama dengan menggunakan NPWZ tersebut. Seperti yang tercantum dalam impres tersebut dari mulai para Menteri, Jaksa agung, dan Kepala Daerah. Sejauh ini yang sudah terhimpun sekitar Rp 1,8 Miliar. Ketua BAZNAS Sumsel Prof. Dr. H. Aflatun Mukhtar MA. mengatakan, acara ini merupakan instruksi dari BAZNAS Pusat yang akan dilakukan di 14000 anak yatim di 14 Daerah di indonesia. Pihaknya mengapresiasi Gubernur yang telah menyambut baik atas Impres tentang pembayaran zakat dengan melalui BAZNAS.

[1]“Gubernur Dukung Acara BAZNAS Bukber AnakYatim,”http://www.sumselprov.go.id/news/read/59-Gubernur-Dukung Acara-BAZNAS-Bukber-Anak-Yatim

http://musliminzuhdi.blogspot.co.id/2016/02/pemerintah-sumsel-alex-noerdin-dukung.html

Strategi Perjuangan Sulthan Membuat Benteng dan Ranjau


Jenis-jenis benteng yang dibuat dari tembok batu, tanggul-tanggul, dan pagar berduri. Dinding-dinding benteng sengaja diberi lubang-lubang untuk tempat menembak dan menombak. Selain itu, sudut-sudut dinding bagian atas dibuat tempat untuk mengintai musuh. Benteng Keraton Kuto Besak dikelilingi dengan parit yang lebar. Sedangkan benteng Pulau Kemaro, Mangun Tapo, dan Tambak Bayo diperkuat dengan tiang-tiang kayu yang dipancangkan dalam air. Pada beberapa tempat disebelah hilir benteng-benteng itu dipasang rantai besi dari tepi ke tepi guna merintangi kapal-kapal musuh. Selanjutnya, disediakan rakit-rakit api yang siap dibakar, kemudian dihanyutkan atau didorong ke arah kapal musuh.[1]

Strategi perang gerilya juga diterapkan sebagai pola pertahanan yang ampuh. Tempat-tempat seperti tebing, tanjung, semak hutan di sepanjang pinggir sungai Musi dijadikan tempat menghalau musuh. Dengan ditopang pendanaan dan sumber daya manusia yang kuat,   berbagai jenis alat persenjataan dapat diciptakan.

Oleh karenanya, prajurit Kesultanan, begitu juga rakyat di dusun-dusun senantiasa berada dalam kondisi siap tempur, sehingga ketahanan dan pertahanan Palembang benar-benar dapat diandalkan terhadap serbuan dan serangan musuh. Semangat juang Sultan Mahmud Badaruddin II, melawan Belanda dan Inggris lebih meningkat karena berdasarkan  konvensi  London  1814. Kedua bangsa itu sama-sama berhasrat menguasai perdagangan rempah- rempah dan timah kala itu.[2]

Dalam menghadapi situasi seperti yang disebutkan di atas, Sultan Mahmud Badaruddin II tidak tinggal diam. Sultan Mahmud Badaruddin II mengerti tanggung jawabnya sebagai pemimpin daerah Kesultanannya yang luas. Kemudian diaturlah sistem pertahanan yang berlapis-lapis, sebab daerah itu terdiri dari dataran rendah, sungai-sungai, suak, pantai, selat-selat, dan lautan yang menghubungkan daratan dengan Pulau Bangka dan Belitung.

Oleh karenanya, Palembang memiliki pertahanan darat dan laut yang kuat. Sehingga dapat mengontrol perairan sungai dan selat. Seperti selat Bangka, Karimata, Gaspar, Berhala, dan Sunda yang terhubung dengan selat Malaka, Laut Cina, Laut Jawa dan Samudera Indonesia.[3] Dengan demikian, penyelundupan-penyelundupan timah dan rempah- rempah  dapat  dicegah,  terutama kegiatan  Inggris  untuk  memperoleh  monopoli seperti  yang  dimiliki  Belanda  sejak  tahun  1659.

[1]Mardanas Safwan, Sultan Mahmud Badaruddin II (1767-1852), h. 28.

[2] Bernard H.M. Vlekke, Geschiendenis van den Indischen Archipel, (J. J. Romen en Zonen, Uitgevers, Roermond-Maaseik, 1947),  h. 311

[3]Djohan  Hanafiah,  Perang  Palembang  1819-1821 (Palembang: Parawisata Jasa Utama, 1986), h. 8

Aktivitas Dakwah Sultan Mahmud Badaruddin II


sultan-mahmud-badaruddin-ii

Selain memiliki kedudukan sebagai Sultan, Sultan Mahmud Badaruddin II juga seorang ulama terkemuka, imam besar Masjid Agung, tokoh Tarekat Sammaniyah, penulis beberapa buku, termasuk olah ragawan terutama pencak silat, dan bidar. Dia memiliki minat yang cukup kuat dalam membaca dan menulis, mempelajari ilmu pengetahuan baik ilmu dunia maupun akhirat. Buku-buku yang dipelajari Sultan Mahmud di antaranya kitab-kitab Yunani, Arab, dan Mesir, tentang kemasyuran Iskandar Yang Agung, Perang Salib, kedatangan bangsa-bangsa Protugis, Spanyol, Inggris dan Belanda ke Malaka, Aceh, Jawa, dan Maluku.

Sultan Mahmud memiliki wawasan yang luas dengan didukung oleh koleksi perpustakaannya di keraton yang cukup lengkap. Dia sangat terpelajar, memiliki kemampuan manajerial yang baik, diplomasi yang handal, ahli pertahanan yang baik. Sedangkan, kitab-kitab karangannya antara lain Syair Nuri, Pantun Sipelipur Hati, Sejarah Raja Martalaya, Nasib Seorang Kesatria Signor Kastro, dan lain-lain.

Sumber : http://musliminzuhdi.blogspot.co.id/2016/02/aktivitas-dakwah-sultan-mahmud.html

RIWAYAT HIDUP SULTHAN MAHMUD BADARUDDIN II


Nama dan Asal Sultan Mahmud Badaruddin II

Sultan Mahmud Badaruddin II sebagai Sultan Palembang ke-8 yang taat beragama dan bijaksana. Nama lengkapnya, ialah Raden Muhammad Hasan anak Sultan Muhammad Bahauddin bin Sultan Ahmad Najamuddin bin Sunan Lemabang. Ibunya bernama Ratu Agung bin Datuk Murni bin Abdullah al-Haddadi. Sultan Mahmud Badaruddin II, dilahirkan pada hari Ahad tanggal 1 Rajab 1181 H atau 1767 M di lingkungan keraton.[1]

Latar Belakang Pendidikan Sultan Mahmud Badaruddin II

Layaknya putra mahkota, Sultan Mahmud didik dan ditempa untuk menjadi pewaris tahta Kesultanan Palembang. Pendidikan agamanya diperoleh dari ulama besar waktu itu. Seperti, Abdus Shamad al-Palembani, Syekh Kms. Muhammad bin Ahmad, dan Sayid Abdurrahman al-Idrus. Kepada Syekh Abdus Shamad, ia mengambil dan mengamalkan Tarekat Sammaniyah.

Sultan Mahmud juga memiliki kemauan yang besar untuk belajar dan memiliki kecerdasan yang memadai. Dia menguasai bahasa Arab, Portugis, dan hafal kitab suci al-Qur’an. Sultan Mahmud dinobatkan menjadi Sultan pada hari Senin tanggal 21 Zul Hijjah 1218 H bersamaan 3 April 1804 setelah ayahnya wafat, dengan gelar Sri Paduka Sultan Mahmud Badaruddin (SMB II) Khalifatul Mukminin Sayidul Imam.[2]

[1]Kemas H. Andi Syarifuddin dan Hendra Zainuddin, 101 Ulama Sumsel Riwayat Hidup dan Perjuangannya, (Jogjakarta: Ar-Ruzz Media, 2013), h. 14.

[2]Ibid., h. 15.

sumber : http://musliminzuhdi.blogspot.co.id/2016/02/riwayat-hidup-sulthan-mahmud-badaruddin.html