Teori Terbentuknya Alam Semesta


Pengertian alam semesta mencakup tentang mikrokosmos dan makrokosmos, mikrokosmos adalah benda-benda yang mempunyai ukuran yang sangat kecil, misalnya atom, electron,sel amuba. Sedang makrokosmos adalah benda-benda yang sangat besar, misalnya bintang, galaksi, planet.

Para astronomi menggunakan istilah alam semesta dengan pengertian tentang ruang angkasa, dan benda-benda langit didalamnya.dengan diperolehnya berbagai pesan dan beraneka ragam cahayadari benda-benda langit yang sampai di bumi timbullah beberapa teori  yang mengungkapkan tentang terbentuknya alam semesta. Teori tersebut dikelompokan menjadi :

     1.Teori keadaan tetap ( steady-state theory)

Teori ini berdasarkan prinsip kosmologi sempurna yang menyatakan bahwa alam semesta di manapun dan selalu sama.teori ini ditunjang oleh kenyataan bahwa galaksi baru mempunyai jumlah yang sebanding dengan galaksi lama. Jadi, teori ini beranggapan bahwa alam semesta itu tak terhingga besranya dan tak terhingga tuanya.

    2. Teori Dentuman Besar

Teori ini berlandaskan dari asumsi adanya massa yabg sangat besar dan mempunya masa jenis yang sangat besar, karena adanya reaksi inti kemudian meledak mengembang dengan sangat cepat menjauhi pusat ledakan.