Ruh


Ruh adalah daya (sejenis makhluk/ciptaan) yang ditiupkan Allah kepada janin kandungan (Surat Al-Hajir: ayat 29, Surat As-Sajadah: 9 dan Surat Shaad: ayat 27) Ketika janin berumur 4 bulan 10 hari. Manusia sampai sekarang ini belum mampu mengungkapkan dan meneliti secara mendalam tentang ruh. Bahkan ilmu pengetahuan tak mengenalinya. Walaupun dalam istilah bahasa dikenal adanya istilah ruhani, maka kata ini lebih mengarah pada aspek kejiwaan, yang dalam istilah Al-Qur’an disebut Nafs. Ketidak berhasialn manusia memilih mana yang ruh dan mana yang jiwa, member buktikan kebenaran pernyataan surat Al-Isra ayat 85 yang menyatakan Allah memberikan ilmu tentang ruh itu hanya sedikit.

Tentang status ruh, surat An-Nahl: ayat 2, dan ayat 102, Surat Al-Mukmin: ayat 15, Surat Maryam: ayat 17, Surat An-Naba: ayat 38 dan Surat Al-Qadar: ayat 4, memberikan informasi bahwa ruh itu sederajat dengan malaikat. Malaikat dan ruh itu diturunkan dan di utus Allah sesuai dengan perintah-Nya dan mereka berdiri sendiri bersaf-saf. Dalam arti kata, malaikat dengan ruh itu setara. Ia mampu mi’raj kepada Allah, sebagaimana juga ukuran manusia (Surat Al-Ma’ri ayat 4)

Dalam diri manusia, ruh berfungsi untuk:

  • Membawa dan menerima wahyu (Surat As-Syu’ara ayat 193) dan
  • Menguatkan iman seseorang (Surat Al-Mujadalah ayat 22)