Pola Manajemen Yang Diterapkan Nabi Muhammad Saw


Penyelenggaraan proses dakwah yang diterapkan oleh Rasulullah itu benar-benar di  dasarkan dari hasil pemikiran dan perhitungan yang cermat mengenai beberapa kejadian yang akan terjadi, serta melakukan pengamatan-pengamatan terhadap situasi dan kondisi yang ada. Dan manajemen tersebut ditinjau menurut:

  • Kebutuhan Masyarakat: Untuk mengetahui apa yang di butuhkan masyarkat, Nabi Muhammad SAW sangat memperhatikan cara-cara yang teratur dan logis. Hal itu terlihat ketika akan melakukan aktivitas dakwahnya, mula-mula beliau menentukan tempat yang kondusif dan memanggil orang-orang yang akan diseru.
  • Keinginan dan keluhan masyarakat: Sama halnya dengan diatas untuk mengetahui keinginan dan keluhan masyarakat, setelah Nabi Muhammad memanggil orang-orang untuk di seru kemudian beliau mengungkapkan persoalan yang tidak mungkin dapat di perselisihkan oleh siapapun, tak hanya itu Rasul juga mendengarkan keluhan dan keinginan masyarakat, sehingga ketika orang-orang yang hadir sudah siap untuk mendengarkan permasalahan-permasalahan inti, maka baru kemudian Rasulullah mengungkapkannya.
  • Memperhatikan potensi yang ada pada masyarakat: Rasulullah juga memperhatikan potensi-potensi atau bakat-bakat apa yang dimiliki oleh setiap masyarakatnya, sehingga ketika Rasulullah melibatkan partisipasi masyarakatnya beliau tidak ragu untuk menempatkan seseorang disebuah jabatan tertentu karena sesuai dengan potensi yang dimiliki orang tersebut.
  • Melibatkan partisipasi masyarakat: Meskipun diketahui Rasulullah sebagai manajer yang handal, namun beliau juga tetap melibatkan masyarakat agar ikut berpartisipasi dalam membantu aktivitas dakwahnya.

Hal-hal tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa system dakwah yang di terapkan oleh Rasul menggunakan: Management friendship system yaitu pendekatan yang terorganisir dan sistematis yang menjadikan manajemen tersebut melibatkan orang lain, dengan bekerjasama dengan orang lain untuk pencapaian hasil terbaik, dan tujuannya untuk meringankan dan membantu Rasulullah dalam menajalankan dakwahnya.

Setelah Management Frindship System diterapkan barulah Rasul menambahkan prinsip The Right Man On The Right Place, dalam menetapkan segala urusan, Rasulullah telah menempatkan personel sesuai dengan kapasitas keilmuan mereka masing-masing.

Tak hanya itu, untuk mewujudkan Management friendship system lalu kemudian menggunakan prinsip The right man on the right place, dibutuhkan juga:

  • Management by objective yaitu: pendekatan yang terorganisir dan sistematis yang menjadikan manajemen fokus kepada sasaran kerja dan pencapaian hasil terbaik yang mungkin tercapai dari sumber daya yang tersedia . Management By Object bertujuan untuk meningkatkan kinerja organisasi dengan merumuskan tujuan organisasi dan sasaran yang ingin dihasilkan di dalamnya.
  • Management innovative yaitu: Perubahan cara menatakelola, dengan meninggalkan prinsip, proses, dan praktik manajemen tradisional atau bentuk dan disain organisasi tradisional yang sudah tidak sesuai untuk memenuhi tuntutan dan kebutuhan.

Dan beberapa faktor pendukung demi tercapainya Management friendship system dan prinsip The right man on the right place adalah sebagai berikut:

  • Community Resources: yaitu dengan meniliti terlebih dahulu potensi yang dimiliki, baik potensi manusia maupun potensi sumber daya alam.
  • Community Educator: yaitu meneliti secara cermat tingkat pengetahuan dan tingkat pendidikan manusia.
  • Community Developer: yaitu meneliti secara seksama orientasi pembangunan yang akan dikembangkan.