Fikir dan Akal


Kata fikir dan akal tidak ditemukan dalam bentuk kata benda, tetapi bentuk yang ditemukan dalam Al-Qur’an adalah bentuk kata kerja. Dari sini dapat dipahami bahwa diinformasikan adalah proses kerjanya, yaitu berfikir dan menggunakan akal. Pusat sumber berpikir ditemukan oleh penelitian manusia dalm bentuk saraf-saraf yang terhimpun pada otak.

1.         Fikir

Fikir merupakan proses kerja dari otak, dan proses ini terjadi hanya pada manusia. Perlu dianalisa bahwa binatangpun juga mempunyai otak, tetapi ia tak mampu berfikir. Secara ilmu pengetahuan, manusia dapay meneliti segi struktur otaknya. Otak bukan hanya alat berfikir, tetapi ia juga merupakan alat untuk menggerakan anggota tubuh. Besar kecilnya otak seseorang , tidak menetukan secara mutlak tinggi rendahnya kepandaian seseorang.

2.         Akal

Sebagian para ahli menyamakan akal dengan fikiran dan ada pul yang menyamakannya dengan intelegensi. Gazalba menyatakan bahwa akal itu ialah penggunaan fikir dan rasa itu secara serempak. Sementara Sukanto menyatakan bahwa akal itu lebih berakar pada hati dari pada otak sebagi tempat tinggal lalu lintas berfikir, sedangkan akal mengikutu konsep fikir yang ada dalam hati. Dalam Al-Qur’an kata ini tidak dijumpai dalam bentuk kata benda (isim), tetapi umumnya digunakan kata kerja (fi’il).