Prestasi dan Investasi Seagames XXVI, 2011 di Sumsel


Segala macam bentuk perbuatan yang tidak menyebut asma Allah,
maka ia adalah senda gurau belaka, kecuali empat perkara;
berjalannya seseorang untuk  tujuan berlatih memanah
latihan menunggang kuda,
bermain dengan keluarganya
dan belajar renang
HR. Thabrani
Sudah tidak bisa dipungkiri bahwa olahraga merupakan kebutuhan hidup manusia, sebab apabila seseorang melakukan olahraga dengan teratur akan membawa pengaruh yang baik terhadap perkembangan jasmaninya. Selain berguna bagi pertumbuhan dan perkembangan jasmani, juga memberi pengaruh pada perkembangan rohani, pengaruh tersebut dapat memberikan efesiensi kerja terhadap alat-alat tubuh, sehingga peredaran darah lancar, pernafasan baik, dan pencernaan menjadi teratur.
Pantaslah kalau berolahraga sangat ditekankan dan dianjurkan dalam Islam sebagaiman yang disabdakan Rasulullah, “Hendaklah kamu bermain panah. Karena hal itu adalah sebaik-baik permainan.” (HR. Thabrani). Dalam haditsnya yang lain Rasulullah bersabda, “Orang mu’min yang kuat adalah lebih baik dan lebih disukai Allah daripada mu’min yang lemah.” (HR. Muslim)
Penjelasan hadits di atas mengandung makna bahwa Islam sangat menganjurkan umatnya untuk berolahraga, apalagi olahraga tersebut di selenggarakan sedemikian rupa sehingga lebih teratur dan terorganisir sehingga sempat muncul ide di kalangan umat Islam untuk menyelenggarakan olimpiade antar negara-negara Islam. Penjelasan hadits di atas juga mengindikasikan bahwa Islam sejalan dengan even-even penyelenggaraan olahraga. Misalnya, olimpiade dunia, Asean Games, termasuk Sea Games yang akan di selenggarakan di Sumsel pada XXVI, 2011 akan datang.
Sea Games adalah ajang olahraga yang diadakan setiap dua tahun dan melibatkan 11 negara Asia Tenggara. Peraturan pertandingan di Sea Games dibawah naungan Federasi Olahraga Asia Tenggara (Southeast Asian Games Federation) dengan pengawasan dari Komite Olimpiade Internasional (IOC) dan Dewan Olimpiade Asia (OCA).
Sejarah awal diadakannya Sea Games terkait erat dengan Southeast Asian Peninsular Games atau SEAP Games. SEAP Games dicetuskan oleh Laung Sukhumnaipradit, pada saat itu wakil Presiden Komite Olimpiade Thailand. Tujuannya adalah untuk mengeratkan kerjasama, pemahaman, dan hubungan antar negara di kawasan ASEAN terutama negara-negara yang tergabung dalam wilayah Asia Tenggara.
Thailand, Myanmar, Malaysia, Laos, Vietnam, dan Kamboja  adalah sebagai negara-negara pelopornya. Mereka setuju untuk mengadakan ajang ini dua tahun sekali. Selain itu dibentuk juga Komite Federasi SEAP Games.
SEAP Games pertama diadakan di Bangkok dari 12 sampai 17 Desember 1959, diikuti oleh lebih dari 527 atlet dan panitia dari Thailand, Myanmar, Malaysia, Singapura, Vietnam dan Laos yang berlaga dalam 12 cabang olahraga.
Pada SEAP Games VIII tahun 1975, Federasi SEAP mempertimbangkan masuknya Indonesia dan Filipina. Kedua negara ini masuk secara resmi pada 1977, dan pada tahun yang sama Federasi SEAP berganti nama menjadi Southeast Asian Games Federation (SEAGF), dan ajang ini menjadi Pesta Olahraga Negara-Negara Asia Tenggara. Brunei dimasukkan pada Pesta Olahraga Negara-Negara Asia Tenggara X di Jakarta, Indonesia, dan Timor Leste di Pesta Olahraga Negara-Negara Asia Tenggara XXII di Hanoi, Vietnam.
Sedangkan perhelatan akbar Sea Games XXVI, 2011 mendatang akan diadakan di Indonesia, yang bertempat di dua daerah- salah satunya di Sumsel. Tentu kepercayaan pemerintah Indonesia menunjuk Sumsel sebagai tempat berlangsungnya Sea Games XXVI, 2011 menjadi kebanggaan tersendiri bagi seluruh elemen Sumsel. Terlebih lagi, Sumsel telah memiliki pengalaman dalam penyelenggaraan even olah raga seperti PON XVI, 2004 lalu.
Berbagai sarana dan prasarana yang telah tersedia, seperti hotel, penginapan, mall, wisata kuliner, beberapa venues pertandingan cabang olahraga, diantaranya GOR Senam, GOR Tennis Indoor, GOR Karate, Lapangan Soft Ball serta Panjat Dinding yang dipusatkan di Jakabaring dan berbagai fasilitas lainnya mengindikasikan bahwa Sumsel telah siap menyelenggarakan Sea Games ke depan.
Selain itu, diselenggarakannya Sea  Games di Sumsel dapat menjadi media promosi pada dunia internasional- terutama untuk menarik minat para investor, bahwa sumsel adalah daerah yang sangat berpotensi mengembangkan wisata air dan tentunya mempromosikan dan memperkenalkan kebesaran kerajan maritim Sriwijaya.  Lagi pula, kebesaran masa lalu kerajaan Sriwijaya bukanlah hanya sekedar romantisme bangsa Indonesia. Berdasarkan kajian dari peninggalan-peninggalan Sriwijaya yang bersifat artefaktual, maupun sajian dalam berbagai literatur yang membicarakan hal-ikhwal Sriwijaya, tidaklah terbantahkan bahwa pada masanya Sriwijaya memang adalah sebuah kerajaan yang besar. Sriwijaya yang notabene adalah sebuah kerajaan maritim, termasuk salah satu dari kerajaan-kerajaan besar dunia yang memiliki masa rentang kekuasaan panjang yang berkisar tujuh abad lamanya, yakni ± abad ke-7 sampai abad ke-13 Masehi. Sriwijaya selain diakui sebagai sebuah kerajaan terbesar pada masa atau babakan awal penerapan sistem kerajaan (masa klasik) di Nusantara, juga merupakan kerajaan pertama yang mengilhami akan semangat kenusantaraan. Keberadaan Sriwijaya pada masa lampau abad ke-7 sampai ke-13 Masehi adalah sama pentingnya seperti kerajaan Islam yang berpusat di Baghdad, Asia Barat, ketika dipimpin oleh Harun Al Rasyid.
Penyelenggaraan Sea Games XXVI, 2011 juga akan mengundang banyak investor untuk berinvestasi di Sumsel, hal ini tentu sejalan dengan program pemerintah daerah Sumsel yang berupaya terus-menerus  melakukan  perbaikan dan penyediaan infrastruktur, sarana, dan prasarana penunjang. Saat ini pemerintah sedang memperjuangkan terwujudnya pembangunan pelabuhan Tanjung Api-Api, dan beberapa pembangunan ikutan lainnya di sekitar kawasan Tanjung Api-Api tersebut.
Sebagai langkah nyata menarik minat investor berinvestasi di Sumsel, pemerintah Sumsel telah membentuk unit Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) yang dikenal dengan one stop service di bawah naungan Badan Penanaman Modal Daerah (BPMD) Provinsi Sumatera Selatan. Dengan adanya PTSP tersebut diharapkan kualitas layanan publik (perizinan dan nonizin) akan meningkat dan dapat memberikan akses yan lebih luas kepada masyarakat untuk memperoleh layanan publik serta terwujudnya layanan publik yang cepat, murah, terukur, mudah, transparan, pasti, dan terjangkau.
Dengan demikian, hadirnya PTSP tersebut diharapkan dapat mendorong meningkatnya jumlah investasi dan masuknya investor baru. Di Sumsel sendiri, pada tahun 2008 yang lalu, BPMD Sumsel telah memberikan persetujuan Penamaman Modal untuk PMDN sebanyak 10 perusahaan, dengan rencana investasi Rp 5,2 triliun dan rencana penyerapan tenaga kerja 11.514. Secara keseluruhan dari tahun 2001 sampai tahun 2008 untuk PMDN sebanyak 68 dengan rencana investasi Rp 18,9 triliun dan rencana penyerapan tenaga kerja 93.246.
Untuk PMA pada tahun 2008, jumlah perusahaan 27 dengan rencana investasi Rp 36,7 triliun dan rencana penyerapan tenaga 4.523. Secara keseluruhan dari tahun 2001 sampai 2008, untuk PMA sebanyak 116 perusahaan dengan rencana nvestasi Rp 70,4 triliun dan rencana penyerapan tenaga kerja 56.839 (data tersebut baru menggambarkan data investasi yang perizinannya melalui BPMD). Bila memasukkan investasi yang perizinannya dikeluarkan pada instansi lain, maka angka tersebut akan lebih besar lagi.
Angka itu diperkirakan akan terus bertambah, karena pelaksanaan SEA Games 2011 yang sebagaian besar cabang olah raga akan dilaksanakan di Palembang-Sumsel. Dengan demikian, akan ada investasi baru dalam bentuk pembangunan sarana olah raga tersebut. Belum lagi adanya rencana pembangunan lain yang akan dilaksanakan di kawasan Jakabaring, baik oleh investor lokal maupun investor luar. (Lihat, Sriwijaya Post – Selasa, 8 Juni 2010)
Melalui daya tarik perhelatan akbar SEA Games 2011, kita dapat mendatangkan banyak investor nasional maupun internasional. Bukankah kita masih membutuhkan investasi yang lebih besar lagi untuk menjadikan provinsi ini sebagai provinsi terdepan, provinsi yang disegani, provinsi yang kredibilitasnya semakin diperhitungkan di mata nasional dan internasional dan yang jelas kita membutuhkan investor-investor lain lagi untuk mengivestasikan dana-nya ke Provinsi dan atau daerah yang kita cintai ini.
Akselerasi Pembangunan Citra di Sumsel
Kepercayaan pemerintah pusat kepada Provinsi Sumsel sebagai penyelenggara perhelatan olahraga terakbar se-Asia Tenggara, Sea Games XXVI 2011 perlu didukung segenap elemen masyarakat, karena pada dasarnya penyelenggaraan Sea Games ini bertujuan untuk memakmurkan dan mensejahteraan putra-putri daerah Sumsel sendiri. Sebagaimana yang dikemukakan H Alex Noerdin, selaku gubernur Sumsel, “Penyelenggaraan Sea Games ini hanya sasaran antara bagi kita untuk bisa menggaet sebanyak-banyaknya investasi dari luar, selain itu kita menginginkan spirit Sea Games ini bisa digelorakan ke seluruh lapisan masyarakat,”
Bagi H Alex Noerdin, semangat tiada kata menyerah demi mencapai tri sukses SEA Games yakni sukses penyelenggaraan, sukses dari sisi prestasi, dan yang terpenting adalah pemberdayaan masyarakat. “Banyak yang awalnya sempat menyangsikan bagaimana kita mampu menyelenggarakan SEA Games tanpa bantuan dana APBD, tapi dengan jiwa dan semangat entreprenuer kita mampu mengumpulkan sekitar Rp1,7 triliun untuk membangun fasilitas SEA Games,” Ungkap H Alex Noerdin. Dana sebesar itu, di antaranya didapatkan dari bantuan pos APBN, program corporate social responsibility (CSR) perusahaan multinasional, serta dana hibah pihak ketiga.
Sedangkan, dana APBD yang dipergunakan hanya Rp 60 miliar dan itupun hanya akan dipergunakan untuk membiayai perawatan serta rehabilitasi sejumlah fasilitas olahraga yang memang menjadi kewajiban pemerintah daerah. Dikatakan mantan bupati Muba ini, tantangan ke depan tentunya bakal kian berat. Untuk itu dia sangat berharap, semua komponen masyarakat turut membantu agar SEA Games XXVI berjalan sukses.  Sebab, Sumsel tak hanya dipercaya menjadi lokasi penyelenggaraan 25 cabang olahraga (cabor) melainkan juga mendapatkan kepercayaan untuk menggelar opening dan closing ceremony yang direncanakan bakal dihadiri 11 orang kepala negara peserta.
Sebagaimana yang kita ketahui bahwa Sumsel menyimpan potensi yang sangat luar biasa utamanya dari bidang pertambangan seperti batu bara, minyak bumi dan geothermal (panas bumi) yang kurang termanfaatkan secara baik.  Nah, multiplier effect yang diharapkan dengan diselenggarakannya SEA Games ini tentunya akan bisa menjaring sebanyak-banyaknya investor dari luar yang mau menginvestasikan dananya di Sumsel. “Ini kehormatan besar sekaligus menjadi semacam pemicu bagi akselerasi pembangunan di berbagai bidang yang ada di Sumsel,” sambung Alex.
Saat ini, beberapa investor sudah menyatakan siap menanamkan investasi di Sumsel. Tingginya minat investor yang masuk niscaya akan mendorong penyerapan tenaga kerja lokal, salah satunya seperti proyek pelabuhan Samudera Tanjung Api-Api yang diperkirakan membutuhkan tak kurang dari 100 ribu tenaga kerja. Belum lagi ribuan lainnya dari sektor informal. “Sekali lagi, SEA Games hanyalah sasaran antara. Sasaran akhirnya adalah kesejahteraan masyarakat Sumsel,” tandasnya.
Kembali ke soal SEA Games, Gubernur menegaskan kesiapan Sumsel sebagai tuan rumah tidak diragukan lagi. Pembangunan venue-venue dipercepat. Bahkan, Gubernur rela berkantor di Jakabaring (persisnya di bekas ruang konferensi pers Gelora Sriwijaya Jakabaring), demi memantau langsung pengerjaan venue-venue tersebut, dimana penyelesaian proyek tersebut ditargetkan tuntas 100 persen pada Mei-Juni 2011. Atau empat bulan sebelum SEA Games berlangsung.
(Lihat, http://www.sumeks.co.id/Minggu, 17 Oktober 2010).  Jadi “Momentum sebagai tuan rumah SEA Games 2011, dapat dijadikan kekuatan untuk memacu prestasi dan akselerasi pembangunan infrastruktur olah raga dan fasilitas lainnya di Sumsel.
Implikasi Positif Sea Games
Selama ini ada opini yang bergulir  di masyarakat Sumsel kalau pelaksanaan SEA Games di Sumsel tidak ada manfaatnya bagi masyarakat dan hanya akan berujung pada kerugian. Padahal bercermin pada perhelatan olahraga PON XVI, 2004 lalu saja, prekonomian Sumsel berdenyut kencang. Sebagai contoh,  dengan diselenggarakan PON XVI, 2004 lalu, penginapan hotel penuh, penerbangan padat, angkutan umum kebanjiran penumpang. Belum lagi permintaan atau pembelian pernak-pernik ciri khas Sumsel, dan termasuk wisata kuliner juga banyak diminati. Sebagaimana Thailand yang menjadi maju perekonomiannya karena olahraganya maju. Sumsel juga bisa semakin maju jika sering menjadi tuan rumah event-event olahraga baik tingkat nasional maupun internasional.
Oleh karena itu, seyogyanya seluruh warga masyarakat Sumsel untuk bersama-sama bahu membahu mendukung pelaksanaan event Sea Games, terhadap kelompok-kelompok yang menolak pelaksanaan Sea Games selaku warga sumsel untuk turut serta berperan aktif mempersiapkan dan mendukung suksesnya pelaksanaan Sea Games di bumi Sriwijaya tercinta. Sebagaimana yang dikemukakan Ir. H. Alex Noerdin, SH selaku Gubernur Provinsi Sumaetra Selatan “Sumsel satu-satunya daerah diluar pulau jawa yang mendapat kesempatan menjadi tuan rumah Sea Games ke 26, minimal 24 cabor mungkin akan ditambah lagi jika Jakarta tidak sanggup”
Gencarnya sosialisasi Sea Games yang dilakukan Provinsi Sumsel akan memicu pertumbuhan ekonomi Sumsel pada 2011. Sampai detik ini pertumbuhan ekonomi sudah mulai berpengaruh positif. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Sumsel menyebutkan perekonomian Sumsel pada triwulan 1/2010 telah kembali pada tren jangka panjangnya. Indikatornya, mulai dibangunannya sejumlah infrastruktur yang nantinya pada tahun-tahun kedepan diperkirakan mampu menyerap lebih dari 10.000 tenaga kerja baru.
Pertumbuhan Ekonomi Sumatra Selatan triwulan 1/2010 tercatat dengan migas naik 0,2% meningkat dibanding triwulan IV 2009 yang terkontraksi minus 4,4%. Sedangkantanpa migas meningkat dari negatif 5,3% menjadi positif 0,6% persen. “Sektor lain yang ikut naik, yakni pertanian meningkat 3,5% dari sebelumnya terkontraksi minus 18,9%, sektor pengangkutan dan komunikasi meningkat sebesar 1,2%, sektor perdagangan, perhotelan dan restoran tumbuh 04% dan sektor jasa-jasa lain tumbuh o,2%,”terangnya.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumsel, Haslani Haris mengatakan pertumbuhan ini digambarkan oleh Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga konstan 2000. Disana tercatat dengan minyak dan gas (migas) tumbuh sebesar 0,2%. Sedang sektor lain yang ikut tumbuh selama triwulan I, adalah sektor keuangan, jasa dan jasa perusahaan yang naik 4,2% naik dibandingkan triwulan rV/2010 sebesar 03. (Lihat, http://bataviase.co.id/node/ 05 Jul 2010)
Langkah Nyata “Alex Nurdin” Gubernur Sumsel; Mengembalikan Kejayaan Sriwijaya
Kepemimpinan merupakan sesuatu yang sangat penting dalam suatu bangsa. Berjalannya roda pemerintahan suatu bangsa sangat tergantung pada sosok pemimpinnya. Kepemimpinan suatu negara dapat dianalogikan seperti bagian tubuh yang saling bersinergi. Diibaratkan, ketika kepala kita sakit maka bagian tubuh yang lain akan terganggu, begitu juga ketika kepala kita sehat, maka sehat pula seluruh tubuh kita. Seperti itulah pemimpin kita ibaratkan, ketika kepemimpinan berjalan buruk maka rusaklah negara, namun ketika kepemimpinan dijalankan dengan cara yang baik, maka baik pula pemerintahan tersebut. Sejarah mencatat dunia pernah memiliki pemimpin–pemimpin yang hebat. Sebut saja Mantan Presiden Kuba Fidel Castro yang berhasil membangun Kuba menjadi negara yang sangat makmur sampai sekarang. Kemudian Presiden Mahmoud Ahmadinejad dari Iran, contoh pemimpin yang karismatik, bahkan beliau berani melawan dominasi Amerika Serikat. Lalu bagaimana dengan Indonesia? Kita pernah memiliki pemimpin yang sangat disegani di dunia seperti Ir. Soekarno. Beliau adalah salah satu contoh putra terbaik yang pernah dimiliki Indonesia. Seorang yang berani menentang penjajah bahkan setelah Indonesia merdeka berani menentang dominasi negara-negara kuat seperti Amerika Serikat ataupun Inggris. Dari  beberapa contoh diatas kita dapat menarik kesimpulan bahwa pemimpin itu tidak pernah dilahirkan, tetapi pemimpin ada karena mereka dibentuk. Dibentuk oleh kepribadian yang kuat dan telah menyatu dengan kondisi masyarakat.
Dalam konteks daerah kita bersyukur memiliki figur pemimpin seperti bapak Alex Nurdin, beliau adalah contoh pemimpin daerah yang berhasil melaksanakan berbagai inovasi pemberdayaan dan kesejahteraan yang mengungtungkan warganya. Hal itu terlihat semenjak beliau mengarsiteki kabupaten Musi Banyuasin. Musi Banyuasin merupakan salah satu kabupaten yang terisolir dari 14 kabupaten lain di Sumatera Selatan, namun dibawah kepemimpinan Bupati Alex Noerdin ketika itu daerah tersebut berhasil melakukan inovasi daerah terutama dalam pemenuhan pelayanan publik di Musi banyasuin. Seperti pada bidang pendidikan dengan memberikan pendidikan gratis 12 tahun dari tingkat SD hingga SMA. Musi Banyuasin tercatat sebagai daerah pertama yang pertama kali melaksanakan pendidikan gratis di Indonesia pasca diberlakukannya otonomi daerah. Kemudian pembangunan infrastruktur yang inovatif , seperti yang terjadi pada bidang pelayanan air bersih dengan membangun instalasi – instalasi pengolahan air bersih dengan kualitas langsung layak minum. Percepatan pembangunan juga dilakukan pada bidang telekomunikasi dengan melakukan kerjasama dengan Telkom untuk membangun Satuan Telepon Otomat (STO) yang hingga saat ini telah tersebar 6000 STO di kabupaten Musi Banyuasin. Kebijakan lain, bagi setiap penduduk yang memiliki KTP Musi Banyuasin, tak peduli berapapun usianya, otomotis menjadi peserta asuransi jiwa. Santunan diberikan kepada keluarga yang meninggal dunia, mulai ratusan ribu rupiah hingga 2,5 juta. Adanya fasilitas dan pelayanan-pelayanan yang berbasis masyarakat tersebut, tak lepas dari tekad dan upaya pemda untuk segera mewujudkan Musi Banyuasin Sejahtera 2006. (Lihat, http://chochocrunch.wordpress.com/2009/07/07)
Saat memimpin Muba pula, nama Alex Noerdin begitu terkenal karena keberhasilannya menyelenggarakan pendidikan gratis di daerah ini dari TK hingga SMA, bahkan untuk pendidikan poli-teknik yang ada di sana. Pelayanan kesehatan gratis juga diberikan untuk warga Muba. Di bawah Alex Noerdin pula, Kota Se-kayu, ibu kota Muba, sukses pula menjadi tuan rumah pelaksanaan PON XVI tahun 2004. Berbagai sarana olahraga bertaraf internasional seperti kolam renang dibangun di Sekayu. Sukses ini berkat kepiawaian Alex Noerdin merangkul kalangan swasta di daerahnya yang mempunyai idealisme tinggimemajukan Muba.
Kesuksesan di Muba berlanjut setelah Alex Noerdin menjadi Gubernur Sumsel. Program sekolah gratis dan pelayanan kesehatan gratis diberikan untuk seluruh warga Sumsel. Bahkan kini Sumsel dipercaya menjadi salah satu daerah-bersama DKI Jakarta, menjadi tuan rumah penyelenggaran SEA Games XXVI tahun 2011 mendatang. (Lihat, http://bataviase.co.id/node/ 17 May 2010)
Sudah barang tentu persiapan dan kesiapan fasilitas pendukung terus dikebut. Gayung bersambut berbagai elemen masyarakat mulai dari pemerintah pusat sendiri, parlemen, KONI, pemerintah daerah lainnya hingga organisasi wartawan pun mendukung Sumsel menjadi tuan rumah perhelatan olahraga tingkat Asia Tenggara ini. Hal ini pula yang mendorong kalangan jurnalis yang tergabung dalam PWI meminta kesediaan Pemprov Sumsel menjadi tempat berlangsungnya Porwanas. Maklum saja ekspektasi mereka begitu tinggi untuk terlaksananya Porwanas mengingat tahun-tahun sebelumnya nyaris berbagai provinsi tak bersedia menjadi tuan rumah. Nyatanya, setelah Porwanas digelar di Sumsel sangat meriah justru mendorong daerah-daerah lain ikut berebut menjadi tuan rumah.
“Keinginan wartawan untuk menggelar Porwanas ini begitu besar. Dengan spirit memeriahkan HPN, kami dengan niat tulus menyelamatkannya dengan menyanggupi menggelar Porwanas di Sumsel. Alhamdulillah berlangsung sangat meriah. Bahkan sejumlah daerah berlomba mengajukan diri menjadi tuan rumah Porwanas yang akan datang,” ujar Gubernur Alex Noerdin yang pada rangkaian HPN juga menggagas sekaligus meresmikan Sekolah Jurnalistik Indonesia di Palembang.
Sementara itu berkaitan dengan rencana Sumsel menjadi tuan rumah SEA Games, gubernur menyatakan kesiapan seratus persen. Bahkan Sumsel berjanji memberikan fasilitas olahraga bertaraf internasional yang akan rampung pada lima bulan sebelum SEA Games digelar di. Kota Palembang. Fasilitas yang memberikan kenyamanan bagi peserta SEA Games akan dibangun di kawasan Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, lokasi bekas tempat pembukaan dan penutupan PON XVI tahun 2004
Hal senada diungkapkan oleh Wakil Gubernur Sumsel Eddy Yusuf. Menurutnya Pemprov Sumsel mendapat dukungan pembangunan lima tower rusunawa dari Menteri Perumahan Rakyat yang akan ditempatkan di kawasan Jakabaring. Direncanakan pembangunannya dilakukan dalam waktu dekat. Eddy Yusuf menegaskan bahwa kamar-kamar para atlet akan dibuat seperti semi apartemen, sehingga sangat layak untuk ditempati.
Sumsel dipercaya KONI Pusat menyelenggarakan pertandingan sembilan cabang olahraga dari 43 cabang olahraga yang akan dipertandingkan di SEA Games 2011. Kesembilan cabang olahraga (cabor) itu adalah menembak, renang, angkat besi, senam, atletik, sepak bola, gulat, wushu,dan panjat tebing. Selain cabor itu, ada kemungkinan ditambah lagi oleh KONI pusat mengingat antusiasme dan kesiapan menjadi tuan rumah SEA Games. “Jujur saya katakan, jika Sumsel diberi kepercayaan penuh untuk menyelenggarakan seluruh cabor pun kami siap sejak awal,” kata Gubernur Alex Noerdin yang juga mantan Ketua Kontingen Indonesia pada SEA Games Laos ini.
Menariknya lagi dari persiapan SEA Games 2011 nanti adalah bahwa persiapan sarana pendukung tersebut sama sekali tidak membebani Anggaran Penerimaan Belanja Daerah (APBD) Sumsel. Pendekatan yang dilakukan mantan Bupati Musi Banyuasin ini memang kreatif dan cerdas. Gubernur Alex memberikan kesempatan dan kemudahan kepada swasta atau investor dalam dan luar negeri bukan hanya investasi bisnis saja tetapi juga investasi sosial ke depan. “Kami meminta program corporate social responsibility (CSR) dari mereka yang bersifat permanen tapi terukur hasilnya dan bukan sifatnya charity belaka. Dari sini amat sangat mendukung dalam percepatan pembangunan sarana olahraga untuk SEA Games mendatang,” jelasnya.
Gubernur Alex berpandangan, dana APBD lebih baik digunakan untuk program-program yang bertujuan menyejahterakan rakyat, seperti sekolah gratis, pengobatan gratis, pembangunan rumah untuk masyarakat kecil, penciptaan lapangan kerja, pembinaan usaha kecil, dan mikro serta program pembangunan seribu rumah dalam setahun untuk masyarakat tidak mampu. Mereka dapat memiliki rumah dengan cicilan rendah sehingga rakyat yang bekerja secara informal sekalipun bisa mengangsur dengan cara yang mudah.
 (Lihat, http://bataviase.co.id/ Rabu, 27 Oktober 2010)
Tidak main-main, Alex Nurdin bertekad untuk memperjuangkan agar daerahnya dapat kembali memiliki kebanggaan sebagaimana pernah dialami masa kejayaan Kerajaan Sriwijaya. Alex mengingatkan, pengaruh  Sriwijaya pernah meliputi dari Filipina hingga Madagaskar. Sriwijaya pernah menjadi kekuatan politik dan ekonomi  di Asia Tengara. Periode 850-1025, Palembang sebagai ibukota Sriwijaya merupakan kota terkaya di Asia Tenggara, menjadi pusat perdagangan Timur Jauh.
Apakah masa kejayaan Sriwijaya dapat kembali dikibarkan di Palembang, Sumatera Selatan?  Menurut Alex, kalau masa lalu saja dapat terjadi berarti masa datang pun dapat pula diwujudkan, dan bukan tidak mungkin bisa lebih. Oleh karena itu, Alex menjadikan, pesta olahraga Asia Tenggara, Sea Games 2011 sebagai langkah awal menapak diri, mewujudkan visinya itu.
Khusus menyangkut dunia olahraga yang dapat menjadi symbol kejayaan suatu Negara, Alex Noerdin memiliki ambisi tidak tanggung-tanggung. Dia bukan saja ingin menjadikan Sumsel nomor satu di Indonesia, melainkan juga ingin melebihi Negara tetangga. Maksudnya, dia tidak rela jika Singapura atau Malaysia pada Sea Games tahun depan dapat menyalip Indonesia yang pada Sea Games tahun lalu berada di urutan 3. Indonesia berpotensi digeser Negara tetangga, mengingat perolehan medalinya pada Sea Games lalu tidak begitu selisih jauh.
Alex kebetulan sudah melihat bagaimana pembinaan dan fasilitas olahraga di Singapura. Dia menyatakan, kini Sumsel tengah mempersiapkan fasilitas olahraga untuk pembinaan atlet yang tidak kalah bagusnya seperti  Singapura. Oleh karena itu, dia menyatakan, untuk masa datang untuk mengalahkan Singapura, terutama dalam olahraga tidak harus seluruh atlet Indonesia tapi cukup oleh atlet Sumatera Selatan.
Visi Alex tersebut  tentu terlihat terlalu bombaptis, terutama bagi mereka yang kurang memandang pentingnya visi, cita-cita untuk meraih masa depan. Alex juga menyadari hal ini dengan menyatakan, “saya sepertinya sesumbar, menyombongkan diri, tapi bukankah orangtua kita mengajarkan gantungkan cita-citamu setinggi langit?”
Visi Alex itu tampaknya cukup mendapat sambutan positif, sebagaimana ditunjukkan oleh Anwar Fuadi, aktor yang juga tukoh masyarakat Sumel.  Anwar Fuadi sangat antusias dengan visi dan misi Alex Noerdin. Dia meyakini visi itu akan dapat diwujudkan, manakala seluruh rakyat Sumsel dapat bersatu padu ikut mendukung. “Kita tentunya jangan seperti orang ikut lomba panjat pinang, setiap naik ditarik ke bawah,” ucap Anwar Fuadi.
Semangat Alex mewujudkan gagasan atau visinya memang terlihat tidak main-main. Dia juga mengakui upaya mewujudkan visi itu tidaklah mudah tetapi tidak ada yang mungkin bila kita memang terus memperjuangkannya. Dia menyadari pula, awalnya apa yang dikerjakan itu tidak terlalu sempurna tapi itu nanti dapat terus diperbaiki. Dia ibaratkan, pelaksanaan HPN dan Porwanas 2010 banyak kekurangan di sana-sini, seperti masalah akomodasi dan transportasi, namun bila dipercaya kembali  menjadi tuan rumah, Palembang pasti akan lebih siap.
Maksud Alex tentu juga, hajatan Sea Games 2011, Sumsel  akan lebih siap, bukan saja karena sudah punya pengalaman HPN dan Porwanas tetapi juga sebelumnya, PON (Pekan Olahraga Nasional) sudah pernah digelar di Palembang.  Sea Games 2011 termasuk bagian dari pertaruhan Alex Noerdin mewujudkan visi, membangun Palembang (Sumatera Selatan) yang memiliki  kejayaan seperti masa Sriwijaya di kawasan Asia Tenggara.

Provinsi Sumatera Selatan di bawah kepemimpinan Alex Noerdin memang memiliki potensi besar untuk mengembangkan diri sebagai daerah yang jauh lebih maju. Kawasan ini tidak salah bila membangkitkan kembali kebanggaan yang pernah dimiliki pada masa lalu. Dalam hal ini, semangat dan kiprah Alex Noerdin untuk mewujudkan visinya akan sangat banyak menentukan masa depan Sumsel. Bagaimana kenyataan sesungguhnya Sumsel nanti, mari kita tunggu saja beberapa  tahun ke depan. (Lihat, http://www.madina-sk.com/ senin, 15 February 2010)